Subandi Imbau Pilkades Serentak Sidoarjo 2026 Hindari Politik Uang

SIDOARJO,  Sidoarjopost.com – Sebanyak 230 calon kepala desa (cakades) akan bertarung dalam Pilkades Serentak di 80 desa di Kabupaten Sidoarjo pada 24 Mei 2026 mendatang.

Menjelang pesta demokrasi tingkat desa itu, Bupati Subandi mengingatkan para kandidat agar tidak menghalalkan politik uang maupun mengeluarkan biaya politik berlebihan demi memenangkan Pilkades.

Subandi memberikan pembekalan kepada ratusan calon kepala desa (cakades) di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (7/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Subandi meminta seluruh calon kepala desa menjaga situasi tetap aman, kondusif, dan tidak memancing konflik di tengah masyarakat.

Sebanyak 80 desa di 18 kecamatan akan menggelar pemungutan suara dalam Pilkades Serentak tahun ini.

Subandi mengatakan pihaknya terus mengawal pelaksanaan Pilkades Serentak agar berjalan damai, mengingat persaingan antar calon yang ketat karena tingginya rivalitas politik di sejumlah desa.

Di hadapan para cakades, Subandi menegaskan agar para kandidat tidak menghalalkan praktik politik uang maupun mengeluarkan biaya politik secara berlebihan dalam pemilihan kepala desa.

Dia menilai politik berbiaya mahal dapat memicu praktik korupsi ketika kandidat mulai menjabat sebagai kepala desa.

“Kalau biaya politiknya tinggi, nanti setelah jadi kepala desa muncul keinginan untuk mengembalikan dana politik. Dari situlah potensi korupsi bisa terjadi,” kata Subandi.

Subandi mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), kepala desa menerima gaji sekitar Rp5,5 juta per bulan.

Subandi meminta para cakades menjadikan hal itu sebagai “rem” agar tidak mengeluarkan biaya politik berlebihan.

“Setelah pembekalan ini, para calon minimal punya rem. Jangan sampai biaya politik terlalu besar,” ujarnya.

Karena itu, Subandi meminta para calon kepala desa lebih mengutamakan pengabdian kepada masyarakat serta memperkuat program nyata yang berdampak pada kesejahteraan warga desa, daripada mengandalkan kekuatan modal politik dalam Pilkades Serentak di Kabupaten Sidoarjo.

“Kalau ingin dipilih masyarakat, tunjukkan pengabdian. Turun langsung ke masyarakat dan berlomba-lomba berbuat kebaikan,” ujarnya.

Imbauan Jaga Kerukunan di Pilkades Serentak Tengah Perbedaan Pilihan

Selain mengingatkan para calon kepala desa, Subandi juga mengajak masyarakat tetap menjaga kerukunan meski memiliki pilihan politik berbeda.

Menurut dia, perbedaan pilihan dalam Pilkades merupakan hal wajar dalam demokrasi dan tidak boleh memicu perpecahan di lingkungan desa.

“Memilih kepala desa itu hak masyarakat dalam demokrasi. Pilihan boleh berbeda, tetapi jangan sampai karena perbedaan pilihan memecah persaudaraan warga,” kata Subandi.

Untuk mengantisipasi potensi konflik selama tahapan Pilkades Serentak, Pemkab Sidoarjo bersama aparat kepolisian dan TNI memetakan desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Aparat kepolisian juga menyiapkan pola pengamanan khusus di sejumlah wilayah yang selama ini memiliki rivalitas politik cukup tinggi.

“Kami bersama Kapolres dan Dandim sudah melakukan mapping desa rawan. Desa yang masuk kategori rawan akan mendapat penjagaan lebih ketat agar tidak terjadi keributan,” tandasnya.

Subandi berharap seluruh tahapan Pilkades berlangsung aman, tertib, dan tetap menjaga persaudaraan antarwarga desa.

Dia juga meminta seluruh calon kepala desa siap menerima hasil pemungutan suara dan kembali merangkul masyarakat setelah kontestasi selesai.

“Siapa pun yang nanti terpilih harus bisa menjadi kepala desa bagi seluruh masyarakat, bukan hanya untuk pendukungnya saja,” pungkasnya.

 

Red-sda-post