Sidoarjo Dapat Dukungan Revitalisasi Pendidikan hingga 50 PMI dari Perpukadesi
Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memperkuat kerja sama pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pertemuan bersama Perpukadesi (Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah Seluruh Indonesia) di Graha Pratama Building yang merupakan kantor Perpukadesi, Jalan Letjen M.T. Haryono Kav. 15, Tebet, Jakarta, pada 12/5/2026.
Bupati Sidoarjo H. Subandi diterima dalam audiensi bersama Sekjen Perpukadesi Drs. Sokhiatulo Laoli, M.M. Pertemuan tersebut membahas sejumlah program kemitraan strategis di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, H. Subandi menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo mendapatkan dukungan program berupa revitalisasi pendidikan untuk 21 sekolah jenjang SD dan SMP, revitalisasi 11 unit rumah tidak layak huni (RUTILAHU), serta fasilitasi ketenagakerjaan bagi 50 calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Subandi menilai Perpukadesi menjadi contoh nyata bahwa kontribusi terhadap pembangunan daerah tetap dapat dilakukan meski para kepala daerah telah purna tugas.
Ia juga menyoroti peran Sekjen Perpukadesi yang dinilai masih aktif menghadirkan gagasan dan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kemaslahatan ini adalah yang utama, beliau seperti sekjen masih bisa memberikan hal-hal yang bermanfaat,” ujar Subandi.
Dalam pertemuan tersebut,Bupati Sidoarjo juga memaparkan program pendampingan yang diberikan oleh Perpukadesi pihaknya mengatan bantuan tersebut difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pendidikan, ketenagakerjaan, dan pertanian. Program ini menjadi bagian dari penguatan SDM serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor pendidikan, dilakukan revitalisasi dan pembangunan ruang kelas dengan total 21 ruang kelas yang menjadi sasaran peningkatan fasilitas belajar. Sementara di sektor ketenagakerjaan, 50 PMI mendapat fasilitasi penempatan kerja ke Jepang melalui pendampingan administrasi dan legalitas.
Pada sektor pertanian, pendampingan difokuskan pada penguatan produksi dan pengembangan perkebunan masyarakat.
Seluruh program tersebut direncanakan direalisasikan dalam dua tahap, yakni 2026 dan 2027 sebagai bentuk kesinambungan pembangunan daerah.