SIDOARJO, Sidoarjopost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengantisipasi potensi rawan gesekan sosial antar warga menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada 24 Mei 2026 mendatang.
Sebanyak 230 calon kepala desa (cakades) dari 80 desa diminta mengarahkan pendukungnya masing-masing agar tidak memicu konflik selama tahapan pemilihan berlangsung.
Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan hal tersebut saat membuka Deklarasi Pilkades Damai di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13/5/2026).
Seluruh kandidat calon kepala desa menghadiri kegiatan tersebut bersama para camat, Ketua DPRD Sidoarjo H. Abdillah Nasich, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing, serta Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Czi Shobirin Setio Utomo.
Subandi menegaskan Pilkades kerap menjadi kontestasi yang rawan memicu perpecahan di tingkat desa karena kuatnya kedekatan emosional antarwarga.
Selanjutnya, Subandi meminta para calon kepala desa agar tidak menggunakan cara-cara provokatif dalam meraih kemenangan.
“Perbedaan pilihan jangan sampai memecah masyarakat desa. Setelah Pilkades selesai, warga tetap harus hidup berdampingan,” kata Subandi.
Subandi juga mengingatkan potensi kampanye hitam, fitnah, dan ujaran kebencian yang dapat memperkeruh situasi politik desa menjelang hari pemungutan suara.
Dia menilai stabilitas keamanan menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena Pilkades berlangsung serentak di 80 desa pada 17 kecamatan.
Subandi kemudian menginstruksikan seluruh camat bersama berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil untuk memetakan wilayah rawan menjelang Pilkades serentak 2026.
“Saya minta seluruh camat berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil untuk memperketat pengawasan. Deteksi dini harus berjalan agar potensi gangguan bisa dicegah sejak awal,” ujarnya.
Enam Desa Masuk Peta Rawan Gesekan
Forkopimda mencatat enam desa sebagai wilayah rawan gesekan dalam pelaksanaan Pilkades serentak Sidoarjo 2026.
Enam desa itu meliputi Desa Pepelegi dan Desa Tambaksawah (Kecamatan Waru), Desa Gempolsari (Kecamatan Tanggulangin), Desa Kletek (Kecamatan Taman), Desa Damarsi (Kecamatan Buduran), serta Desa Klantingsari (Kecamatan Tarik).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, dan Pak Kajari terkait kerawanan di Kabupaten Sidoarjo. Kami memetakan semua titik rawan, termasuk enam desa tersebut,” ungkap Subandi.
Ia mengatakan pemerintah daerah menyiapkan pendampingan khusus melalui unsur kecamatan dan aparat keamanan untuk mencegah potensi konflik selama seluruh tahapan Pilkades.
“Untuk enam desa yang tergolong rawan, camat bersama Kapolsek dan Danramil turun langsung ke lapangan dan menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Subandi menambahkan langkah ini menjadi upaya preventif agar pelaksanaan Pilkades di Sidoarjo berjalan aman, tertib, dan damai serta tidak memicu gesekan sosial di tengah masyarakat.
Polresta Sidoarjo Siagakan 1.200 Personel Gabungan
Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menegaskan Deklarasi Pilkades Damai menjadi langkah penting untuk menjaga situasi tetap kondusif menjelang pemungutan suara pada 24 Mei 2026.
Tobing mengatakan kepolisian terus berkoordinasi dengan TNI dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan tertib.
“Seluruh personel kami siagakan untuk mengamankan dan memantau situasi di lapangan agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Dia menambahkan Pilkades berpotensi memunculkan gesekan antarpendukung jika tidak diantisipasi sejak awal. Karena itu, Polresta Sidoarjo mengedepankan langkah preventif dan deteksi dini sepanjang tahapan berlangsung.
Kombes Pol Cristian Tobbing menjelaskan, Polresta Sidoarjo mengerahkan 1.200 personel gabungan untuk mengamankan seluruh tahapan Pilkades serentak, mulai dari pengundian nomor urut, pemungutan suara, hingga pascapemungutan suara.
Lebih lanjut, Tobbing mengatakan Polresta Sidoarjo bersama Polsek di wilayah hukumnya menerjunkan personel bersinergi dengan TNI melalui Kodim 0816 Sidoarjo hingga tingkat Koramil serta melibatkan Satpol PP dan Satlinmas guna memperkuat pengamanan di lapangan.
“Total 1.200 personel gabungan kami siapkan untuk mendukung keamanan dan kelancaran Pilkades serentak 2026 di Sidoarjo,” kata Tobbing.
Tobing menegaskan pihaknya memfokuskan pengamanan di enam desa dan menyesuaikan jumlah personel berdasarkan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Polri, TNI, Satpol PP, dan Linmas menempatkan personel di lapangan sesuai kondisi untuk memperkuat pengamanan.
“Harapan kami, Pilkades ini berjalan aman, tertib, dan damai. Kami mengajak seluruh masyarakat menjaga suasana kondusif demi suksesnya pesta demokrasi di tingkat desa,” pungkasnya.
Red-sda-post