Subandi Pantau Pilkades Serentak 2026, Sistem TPS Tekan Konflik

SIDOARJO, Sidoarjopost.com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo menerapkan pola baru dengan membagi pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pemerintah daerah menilai pola ini efektif menekan potensi konflik antarpendukung calon kepala desa.

Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan pemerintah daerah menerapkan pola tersebut sebagai pembeda dari pelaksanaan Pilkades sebelumnya. Pada sistem lama, panitia memusatkan pemungutan suara di satu lokasi desa. Kondisi ini sering memicu ketegangan antarpendukung.

“Dulu massa pendukung calon kepala desa berkumpul di satu titik karena panitia memusatkan pemungutan suara di balai desa atau lokasi tertentu,” kata Subandi.

Dia menilai pola lama membuat massa menumpuk di satu titik. Akibatnya, tensi politik antarpendukung sulit dikendalikan.

“Situasi seperti itu sering memicu gesekan antarpendukung,” ujarnya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di TPS 02 Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon, Minggu (24/5/2026).

Penataan TPS Bantu Jaga Kondisi Pilkades Tetap Aman Terkendali

Panitia Pilkades mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Mereka membagi pemungutan suara ke beberapa TPS. Sitem ini membuat situasi lebih terkendali dan mengurangi potensi konflik.

Dalam pemantauan tersebut, Subandi hadir bersama Kapolresta Sidoarjo Christian Tobing, Dandim 0816/Sidoarjo Shobirin Setio Utomo, serta Sekda Sidoarjo Fenny Apridawati.

Subandi menjelaskan sistem TPS tidak lagi memusatkan massa di satu titik. Hal ini membantu meredam tensi politik selama Pilkades berlangsung.

“Alhamdulillah, sistem per TPS ini menurunkan konflik internal secara signifikan. Berbeda dengan sistem lama yang terpusat di desa, sekarang kondisi berjalan lebih baik dan kondusif,” ujarnya.

Dia menilai perubahan ini sebagai bagian dari evaluasi pemerintah daerah untuk menciptakan Pilkades yang lebih aman, tertib, dan damai.

Subandi Minta Semua Pihak Jaga Kondusivitas di Pilkades

Subandi meminta calon kepala desa dan pendukungnya menjaga stabilitas di wilayah masing-masing. Ia juga mengingatkan agar tidak ada provokasi yang memicu kericuhan.

“Jangan sampai gara-gara Pilkades, teman berubah menjadi musuh. Jangan sampai juga terjadi tindakan anarkis. Demokrasi desa harus tetap menjaga persaudaraan masyarakat,” tegasnya.

Dia menegaskan kepala desa terpilih harus mampu membawa kemajuan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjalankan pemerintahan yang amanah, transparan, dan bersih.

Pemkab Sidoarjo bersama aparat keamanan terus memantau sejumlah TPS untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan aman hingga penghitungan suara selesai.

Setelah sidak di sejumlah desa yang menggelar Pilkades dan dinilai rawan, Subandi kemudian menggunakan hak pilih di TPS 02 Desa Pabean, Kecamatan Sedati.

“Semoga sistem ini bisa terus kita kembangkan agar Pilkades ke depan semakin tertib, aman, dan minim gesekan di masyarakat,” kata Subandi usai memberikan hak pilihnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pilkades serentak tahun ini melibatkan 230 calon kepala desa yang tersebar di 80 desa pada 17 kecamatan.

Subandi berharap sistem baru berbasis TPS dapat menjadi model pelaksanaan Pilkades yang lebih aman dan minim konflik di masa mendatang.

Dja juga berharap seluruh tahapan Pilkades di Sidoarjo berjalan aman dan damai serta mampu melahirkan kepala desa yang dipilih secara demokratis dan mampu membawa kemajuan serta kesejahteraan bagi masyarakat desa.

“Harapan kami Pilkades ini berjalan sukses, aman, dan tetap kondusif sehingga seluruh masyarakat bisa menerima hasilnya dengan baik,” pungkasnya.