Joko Murdopo, 128 Kali Donor Darah Raih Penghargaan dari Bupati Subandi di HUT PMI ke-81

Sidoarjopost.com – Bagi Joko Murdopo, donor darah bukan sekedar kegiatan sosial. Pria berusia 64 tahun itu telah 128 kali mendonorkan darahnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Konsistensi tersebut membuat Joko menjadi salah satu pendonor yang mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI).

Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sidoarjo Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (19/9/2026).

Joko mengaku tetap rutin mendonorkan darah meski kini usianya telah memasuki kepala enam. Ia biasanya donor setiap empat bulan sekali. Saat masih berusia lebih muda, frekuensinya bahkan mencapai satu kali dalam tiga bulan.

“Alhamdulillah saya rutin tiap empat bulan sekali karena usia sudah 60 tahun ke atas. Kalau dulu saat masih muda ya tiga bulan sekali,” ungkap Joko.

Menurut Joko, donor darah juga membuat tubuhnya terasa lebih sehat. Bahkan, ia merasa ada sesuatu yang kurang ketika melewatkan jadwal donor.

“Sejak rutin donor darah itu badan lebih sehat. Justru jika libur tidak donor darah gitu malah badan saya ada yang kurang,” tambahnya.

Kisah Joko menjadi gambaran dari ribuan warga yang secara konsisten mendukung ketersediaan darah di Sidoarjo. Tahun ini, sebanyak 5.268 pendonor menerima penghargaan atas kontribusi mereka.

Penghargaan diberikan kepada pendonor yang telah menyumbangkan darah mulai 10 hingga 125 kali. Sebanyak 3.650 orang tercatat telah donor 10 kali, 1.396 orang 25 kali, 139 orang 50 kali, 50 orang 75 kali, 18 orang 100 kali, dan 15 orang telah mencapai 125 kali donor.

Khusus pendonor yang telah mencapai 125 kali, Pemkab Sidoarjo memberikan apresiasi tambahan berupa sepeda olahraga.

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendonor dan relawan PMI yang selama ini ikut menjaga pelayanan kemanusiaan di Sidoarjo. Menurutnya, ketersediaan darah sangat penting, terutama untuk membantu pasien dalam kondisi darurat, kecelakaan maupun bencana.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan pendonor yang telah memberikan sumbangsih kemanusiaan. Donor panjenengan sangat berarti untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo yang membutuhkan,” ujar Subandi.

Ia berharap para pendonor tetap menjaga kesehatan agar dapat terus memberikan manfaat bagi sesama.

“Jangan lelah untuk terus memberikan support dan dukungan. Semoga panjenengan semua selalu sehat sehingga dapat terus mendonorkan darah dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” pesannya.

Subandi mengatakan penghargaan tersebut tidak semata-mata dilihat dari bentuk cenderamata yang diberikan. Menurutnya, nilai utama penghargaan terletak pada kepedulian dan kesediaan para pendonor membantu orang lain.

“Penghargaan ini jangan dipandang dari nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana kita masih terpanggil untuk membantu keluarga dan masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Donor Darah Sidoarjo Terus Meningkat

Ketua Pengurus PMI Sidoarjo Andjar Surjadianto mengatakan kebutuhan darah di Sidoarjo terus meningkat seiring bertambahnya pelayanan kesehatan.

Dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2.215.288 jiwa, kebutuhan darah ideal berada pada kisaran dua persen jumlah penduduk atau sekitar 44.300 kantong darah.

Namun, kebutuhan riil tercatat jauh lebih tinggi. Pada 2024, kebutuhan darah mencapai sekitar 58 ribu kantong. Angka tersebut masih berada di kisaran 57.750 kantong pada 2025.

“Partisipasi aktif masyarakat melalui donor darah sukarela menjadi faktor penting sehingga kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi,” ucap Andjar.

Baca Juga : KSP Dudung Tinjau Jargas di Sidoarjo, Bupati Subandi Usulkan 10.500 Sambungan untuk Tropodo Krian

Ia menjelaskan, donor darah dapat dilakukan secara rutin hingga lima kali dalam setahun atau sekitar dua bulan sekali, dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan ketentuan medis.

Andjar berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak menjadi pendonor sukarela. Dengan begitu, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga.

“Semoga semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor darah sukarela sehingga ketersediaan darah yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga untuk menyelamatkan masyarakat Sidoarjo,” tutupnya.

 

Red-Den-Post