Juara Porkab Sidoarjo 2026 Dapat Apresiasi Prioritas Masuk Sekolah Negeri Prestasi Porprov Disiapkan Bonus 60 Juta

Sidoarjopost.com – Atlet peraih juara Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sidoarjo 2026 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo berupa prioritas masuk sekolah negeri.

Selain dukungan pendidikan, Pemkab Sidoarjo juga menyiapkan bonus Rp60 juta bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sidoarjo Subandi saat menghadiri penutupan dan pemberian penghargaan Porkab Sidoarjo 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (25/7/2026).

Subandi mengatakan Porkab menjadi bagian dari pembinaan atlet sekaligus persiapan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027.

Menurut dia, pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap peningkatan prestasi olahraga melalui hibah kepada KONI Sidoarjo.

“Atlet yang sudah berjuang membawa nama baik Sidoarjo harus mendapatkan perhatian. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar atlet berprestasi dapat memperoleh prioritas masuk sekolah negeri,” ungkap Subandi.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bentuk penghargaan agar atlet tetap dapat mengejar prestasi tanpa mengabaikan pendidikan.

Peraih Emas Juara Porprov Naik Menjadi Rp 60 Juta

Selain apresiasi pendidikan, Pemkab Sidoarjo juga menaikkan bonus bagi atlet peraih medali emas Porprov Jatim 2027 menjadi Rp60 juta. Nilai tersebut meningkat dibanding bonus sebelumnya sebesar Rp45 juta.

“Reward ini sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para atlet. Kami ingin semangat mereka tetap terjaga untuk membawa nama baik Sidoarjo,” tegas Subandi.

Pemkab Sidoarjo juga memastikan atlet memperoleh perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan selama mengikuti pertandingan.

Sementara itu, dalam persiapan Porprov Jatim 2027, Subandi menegaskan proses seleksi atlet sepenuhnya menjadi kewenangan KONI Sidoarjo bersama masing-masing cabang olahraga.

“Yang menentukan atlet berangkat atau tidak adalah KONI bersama cabang olahraga. Seleksi harus dilakukan secara profesional dan objektif,” tegasnya.

Puslatkab dan POPDA Jadi Evaluasi Perkembangan Atlet

Sementara itu, Plt. Ketua Umum KONI Sidoarjo Imam Purwanto memastikan atlet yang menjadi juara Porkab belum otomatis masuk kontingen Sidoarjo untuk Porprov Jawa Timur 2027.

Seluruh atlet masih akan menjalani evaluasi melalui sistem promosi dan degradasi (Promdeg). KONI Sidoarjo juga akan memulai program Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) pada Agustus 2026.

“Setelah Porkab ini kami akan melihat lagi perkembangan atlet, khususnya yang menjadi juara. Mereka akan kami evaluasi kembali,” terang Imam.

Menurut Imam, penentuan atlet Porprov akan melihat perkembangan performa selama Puslatkab serta hasil evaluasi dari masing-masing cabang olahraga.

“Bukan tidak mungkin yang sekarang juara satu, pada seleksi akhir nanti tidak lagi menjadi juara satu. Semua bergantung pada perkembangan dan hasil evaluasi,” jelas Imam.

Selain Puslatkab, KONI Sidoarjo juga akan memantau kemampuan atlet melalui Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur pada September 2026 sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027.

Imam menegaskan seluruh atlet tetap harus berlatih maksimal dan menunjukkan perkembangan terbaik, baik selama mengikuti Puslatkab maupun saat tampil pada POPDA.

Hasil dari berbagai tahapan evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan atlet yang memperkuat kontingen Sidoarjo pada Porprov Jawa Timur 2027.

Pada Porkab Sidoarjo 2026, sebanyak 1.940 atlet meraih medali emas, perak, dan perunggu dari 52 cabang olahraga dengan total 580 kategori pertandingan.

Menghadapi Porprov Jawa Timur 2027, KONI Sidoarjo menargetkan mampu mempertahankan posisi sebagai runner-up.

“Bismillah, target kami adalah membawa Sidoarjo kembali menjadi runner-up,” tutur Imam.

 

Red-sda-post