Sidoarjopost.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan sejumlah pemerintah daerah lain.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong energi baru terbarukan.
“Ini sebagai bentuk keseriusan Pemkab Sidoarjo dalam menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan terhadap persoalan sampah,” kata Subandi di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2026).
Selain itu, ia menilai upaya ini memberi dua manfaat sekaligus. Dengan demikian, lingkungan menjadi lebih bersih dan pasokan energi alternatif bertambah.
“Kami menyambut baik langkah ini sebagai upaya menghadirkan sistem pengelolaan yang lebih modern,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq menghadiri penandatanganan kerja sama ini bersama kepala daerah dari wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.
Melalui kerja sama ini, cara pandang terhadap persoalan sampah mulai berubah. Limbah kini dimanfaatkan menjadi sumber energi listrik ramah lingkungan, sehingga tidak lagi menjadi beban atau persoalan akhir.
Di sisi lain, kolaborasi lintas daerah turut meningkatkan efektivitas pengelolaan dari sisi teknologi, pembiayaan, dan operasional.
Adapun wilayah Surabaya Raya menghasilkan sekitar 1.100 ton sampah per hari. Rinciannya, Kota Surabaya 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Sidoarjo 150 ton, dan Kabupaten Lamongan 100 ton.
Sementara itu, Malang Raya menghasilkan sekitar 1.138,9 ton per hari. Kabupaten Malang menyumbang 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu 38,09 ton.
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan pemerintah provinsi akan memastikan kerja sama ini berjalan optimal melalui koordinasi dan evaluasi berkelanjutan.
“Kerja sama ini akan kami pastikan berjalan optimal, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Khofifah.
Di samping itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut capaian pengelolaan sampah Jawa Timur menjadi yang tertinggi secara nasional, yakni 52,7 persen, melampaui rata-rata nasional 24,95 persen.
“Artinya, capaian Jawa Timur melampaui rata-rata nasional dan menjadi prestasi yang sangat luar biasa,” pungkasnya.
Red-sda-post