Karya UMKM Disabilitas Curi Perhatian di Gebyar UMKM 2026

Sidoarjopost.com  – Beragam karya pelaku UMKM Disabilitas menarik perhatian pengunjung Gebyar UMKM & Karnaval Gear Ultima Yamaha 2026 di halaman parkir utama Mal Ramayana Sidoarjo, Jumat (28/8/2026).

Para pelaku UMKM memamerkan keset kain perca, produk jahit, kerajinan kawat bulu, batik ciprat, tas kain perca, hingga sandal batik.

Acara yang berlangsung selama tiga hari, 28–30 Agustus 2026, ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal, termasuk penyandang disabilitas, untuk mengenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Rumani (57), penyandang tuna daksa asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, ikut meramaikan acara tersebut. Ia membuat keset dari kain perca dan terus mengasah keterampilannya meski memiliki keterbatasan fisik akibat polio.

Aisyah, penyandang disabilitas lainnya, juga membuat berbagai kerajinan, seperti buket bunga, kerajinan kawat bulu, dan batik ciprat.

Yoche Rosana Tisna Dewi, sukarelawan yang mengoordinasikan UMKM Disabilitas Sidoarjo, mengatakan para penyandang disabilitas membuat sendiri seluruh produk dalam kegiatan tersebut. Lewat karya masing-masing, mereka juga membawa identitas produk lokal Sidoarjo.

“Semua produk kami merupakan hasil karya teman-teman disabilitas. Teman-teman membuat sendiri produk asli Sidoarjo ini dengan tangan mereka,” ujar Yoche.

Menurut Yoche, Aisyah bisa membuat buket bunga dalam waktu singkat.

“Aisyah baru saja membuat buket bunga dengan hasil bagus. Ia hanya membutuhkan sekitar lima menit untuk menyelesaikannya,” terangnya.

Pengunjung pun menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai karya tersebut. Yoche mengatakan pembeli memilih produk karena suka dengan motif dan kualitasnya, bukan karena merasa iba.

“Alhamdulillah, jualan kami laku karena orang memang minat dan senang dengan hasil karya yang kami tawarkan. Mereka membeli bukan karena iba atau kasihan, tetapi karena tertarik dengan produknya,” tuturnya.

Yoche juga bercerita tentang stigma sosial yang masih muncul dalam kehidupan penyandang disabilitas.

“Tantangan kami adalah menghadapi orang-orang yang belum mau memanusiakan teman-teman disabilitas. Di lingkungan tempat tinggal, sebagian orang masih merendahkan mereka dan menganggap mereka tidak memiliki masa depan,” ungkap Yoche.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana setelah membuka acara tersebut langsung mengunjungi stan UMKM Disabilitas.

Dia melihat sejumlah karya dan membeli buket bunga buatan Aisyah yang kemudian Rumani serahkan kepadanya.

Mimik juga mendorong pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan lebih aktif mempromosikan produk agar masyarakat semakin mengenal karya lokal.

“Jangan takut berinovasi, jangan menyerah, dan lebih rajin mempromosikan produk di media sosial. Sekarang zaman sudah berubah. Jangan hanya membuat produk yang bagus, tetapi buat juga promosi yang kreatif,” tegas Mimik.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkopum) Sidoarjo M. Chudlori mengatakan pemerintah menyediakan 30 stan gratis selama tiga hari. Fasilitas tersebut memberi ruang bagi hingga 60 perajin binaan, termasuk penyandang disabilitas.

“Selama tiga hari, kami menggratiskan stan Gebyar UMKM bagi para pelaku usaha. Kami juga memberi perhatian serius kepada pelaku UMKM Disabilitas melalui berbagai pelatihan dan kurasi standar produk SNI. Kami ingin mereka meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar,” jelas Chudlori.

Lewat Gebyar UMKM 2026, para penyandang disabilitas mengenalkan karya sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam membangun kemandirian melalui usaha.

 

Red-SDA-Post