M. Nizar DPRD Sidoarjo Komisi C Dorong Revitalisasi Pasar Krian

Sidoarjopost.com – Anggota DPRD Sidoarjo Komisi C dari Dapil 4, M. Nizar, menaruh perhatian serius terhadap rencana perbaikan Pasar Tingkat Krian.

Kebakaran hebat melanda pasar tersebut pada 20 Agustus 2024. Peristiwa itu membuat para pedagang berjualan di kios darurat dengan jumlah pembeli yang masih terbatas.

Kondisi ini menghambat perputaran ekonomi di tiga kecamatan, yaitu Krian, Tarik, dan Balongbendo, serta wilayah sekitarnya.

M. Nizar, yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sidoarjo, menilai pasar Krian memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Revitalisasi pasar harus segera direncanakan dengan baik agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali hidup,” ujar Nizar, Rabu (11/3/2026).

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp 15 miliar untuk pembangunan kembali fasilitas tersebut. Pemerintah juga menjadwalkan pengerjaan fisik pada 2027.

Nizar menyoroti kondisi pedagang yang masih berjualan di kios sementara karena jumlah pembeli belum stabil.

“Pedagang memang sudah menempati kios sementara, tetapi pasar masih relatif sepi. Disperindag harus aktif mendampingi pedagang selama masa transisi,” kata Nizar.

Setelah menyusun rencana tersebut, Nizar meminta dinas terkait turun langsung membantu pedagang agar Pasar Tingkat Krian kembali ramai.

Sejak kebakaran 20 Agustus 2024, pedagang tetap berjualan di lapak darurat sambil menunggu pembangunan pasar agar aktivitas perdagangan kembali normal.

Revitalisasi ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi di tiga kecamatan, menghidupkan kembali aktivitas pedagang, dan menjadikan pasar sebagai pusat perdagangan yang aman, nyaman, dan ramai dikunjungi masyarakat.

M. Nizar menegaskan komitmennya untuk menampung aspirasi masyarakat dan terus mengawal proses revitalisasi.

Dia ingin menghidupkan kembali aktivitas ekonomi kerakyatan dan perdagangan di Pasar Tingkat Krian.

“Insya Allah, setelah revitalisasi selesai, Pasar Tingkat Krian akan kembali ramai dan menjadi pusat kegiatan ekonomi kerakyatan yang aktif bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Red-sda-post