Sidoarjopost.com – Penataan wajah kota terus menjadi perhatian di Sidoarjo. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menjadikan Jalan Gajah Mada sebagai kawasan ikonik seperti Jalan Malioboro di Yogyakarta.
Bupati Sidoarjo H. Subandi mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah mengajukan perubahan status Jalan Gajah Mada kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Saat ini jalan tersebut masih berstatus jalan nasional.
Pemkab Sidoarjo mengusulkan agar Jalan Gajah Mada menjadi jalan kabupaten. Sebagai bagian dari skema tersebut, Jalan Lingkar Timur diusulkan untuk dikelola pemerintah pusat.
Menurut Subandi, perubahan status jalan ini penting agar pemerintah daerah memiliki kewenangan penuh dalam melakukan penataan kawasan. Dengan kewenangan tersebut, pemerintah daerah dapat melakukan perbaikan infrastruktur dan pengembangan kawasan secara lebih cepat.
“Saya ingin ke depan Jalan Gajah Mada kita buat seperti Malioboro di Jogja. Kalau statusnya masih milik pusat, kami sulit melakukan penataan,” ujar Subandi.
Rencana revitalisasi ini tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur jalan. Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep pengembangan ekonomi di kawasan tersebut.
Area di sekitar Jalan Gajah Mada akan ditata sebagai pusat aktivitas masyarakat. Pemkab berencana menghadirkan kawasan kuliner yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL).
“Jalan Gajah Mada akan kita perbaiki. PKL dan pelaku usaha nantinya banyak beraktivitas di sana, terutama kuliner khas Sidoarjo,” tambahnya.
Subandi optimistis rencana tersebut dapat terealisasi pada 2026. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan agar proses administrasi hingga pembangunan fisik dapat berjalan sesuai rencana.
Melalui penataan ini, kawasan Jalan Gajah Mada diharapkan menjadi ruang publik baru yang nyaman bagi masyarakat sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sidoarjo.
Red-sda-post