Sidoarjopost.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi menargetkan perbaikan empat rumah tidak layak huni (RTLH) di Kecamatan Wonoayu selesai pada April 2026.
Target itu menjadi bagian dari percepatan penanganan rumah warga yang kondisinya memprihatinkan dan berisiko bagi keselamatan penghuninya.
Subandi meninjau langsung empat rumah tersebut saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kecamatan Wonoayu, Sabtu (7/3/2026).
Rumah yang menjadi sasaran perbaikan berada di Desa Sawocangkring, Desa Becirongengor, dan Desa Karangpuri.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Rumiatin (62), warga Desa Sawocangkring RT 13 RW 03. Rumiatin bekerja sebagai pencari rongsokan dan tinggal seorang diri di rumah yang kondisinya cukup memprihatinkan. Atap dapurnya jebol dan lantai rumahnya masih berupa tanah.
Subandi mengatakan pihaknya segera memperbaiki rumah tersebut. Tim perbaikan akan mengganti atap seng dengan rangka baja ringan dan penutup galvalum.
Selain itu, mereka juga akan memperbaiki dinding rumah serta memasang keramik pada lantai.
“Rumah ini juga akan kami pasangi aliran listrik karena sampai sekarang belum memiliki sambungan listrik,” kata Subandi saat meninjau lokasi.
Dalam sidak itu, Subandi hadir bersama Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo Martha Wara Kusuma, perwakilan Baznas Sidoarjo, Camat Wonoayu Anwar, anggota DPRD Sidoarjo Supriyono, serta jajaran Forkopimka Wonoayu.
Ia meminta tim terkait segera memulai proses perbaikan agar warga tidak lagi merasa khawatir saat hujan deras turun.
Selain Rumiatin, Subandi juga mengunjungi rumah Tiari (67), warga Desa Becirongengor RT 01 RW 04. Tiari tinggal bersama cucunya yang menggunakan kursi roda. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia berjualan bumbu dapur dengan penghasilan yang terbatas.
Subandi menyampaikan bahwa Baznas akan memberikan bantuan sebesar Rp625.000 per bulan kepada Tiari. Selain itu, tim juga akan memperbaiki rumahnya.
“Atap rumah akan kami perbaiki, lantainya akan kami pasang keramik, dan kami juga akan membuatkan kamar mandi agar lebih layak ditempati,” ujar Subandi.
Subandi kemudian meninjau rumah Rahayu (46), warga Desa Becirongengor RT 03 RW 04. Rahayu merupakan seorang janda dengan satu anak yang masih sekolah. Ia bekerja sebagai buruh borongan dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kondisi rumah Rahayu juga cukup memprihatinkan karena dindingnya belum menggunakan bata dan kamar mandinya masih sangat sederhana.
Subandi memastikan perbaikan rumah tersebut segera dilakukan. Tim akan memasang bata pada dinding rumah, memasang keramik pada lantai, serta memperbaiki kamar mandi agar lebih layak digunakan.
Sementara itu, Siti Komariyah (41), warga Desa Karangpuri RT 03 RW 05, mengaku bersyukur atas bantuan yang akan ia terima. Selama setahun terakhir, rumahnya tidak memiliki atap sehingga sering terkena hujan.
Siti mengatakan ia bekerja merajut tas, namun penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
“Saya berharap rumah ini segera diperbaiki agar tidak kehujanan lagi,” kata Siti dengan nada haru.
Dalam sidak tersebut, Subandi juga menyerahkan bantuan beras kepada sejumlah warga kurang mampu di sekitar lokasi.
Program perbaikan rumah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sidoarjo dan Baznas Sidoarjo.
Subandi berharap program bedah rumah itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini tinggal di rumah yang tidak layak huni.
Red-sda-post