SIDOARJO,Sidoarjopost.com– Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak ke sentra perajin topi Master Konveksi di Kampung Topi, Desa Punggul, Kecamatan Gedangan, Jumat (24/4/2026).
Kunjungan itu bertujuan melihat langsung aktivitas produksi UMKM yang menopang ekonomi masyarakat di daerah tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberi perhatian pada pengembangan UMKM sebagai sektor penting ekonomi kerakyatan.
Dalam sidak itu, Bupati Subandi di dampingi Wakil Ketua III DPRD Sidoarjo Warih Andono, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dwi Eko Saptono, Plt Kepala Disperindag Happy Setianingtyas Astrawati Yunus, dan Camat Gedangan Asmara Hadi ikut mendampingi Subandi.
Subandi menegaskan pemerintah daerah terus merespons berbagai keluhan pelaku IKM dan UMKM dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi usaha secara nyata.
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya berpegang pada laporan administratif, tetapi juga perlu melihat langsung kondisi di lapangan agar kebijakan yang diambil sesuai kebutuhan pelaku usaha.
“Turun langsung ke lapangan penting agar kita tahu kondisi riil pelaku UMKM, sehingga kebijakan yang dibuat tidak salah sasaran,” kata Subandi.
Di Kampung Topi, Subandi meninjau proses produksi perlengkapan sekolah mulai dari topi, dasi, kaus kaki, seragam, hingga baju olahraga.
Para pekerja mengerjakan setiap tahapan produksi secara manual dengan ketelitian tinggi untuk menjaga kualitas produk.
Selain meninjau proses produksi, Subandi juga berdialog dengan pemilik usaha Fuad dan para pekerja yang mayoritas warga sekitar Kampung Topi.
Dalam kesempatan itu, Subandi mendengarkan berbagai aspirasi serta persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai keterbatasan modal, akses pemasaran, hingga perizinan.
Menurutnya, UMKM merupakan sektor yang relatif tahan terhadap guncangan ekonomi dan memiliki peran penting menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, penguatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pesanan Datang dari Luar Daerah
Aktivitas produksi di Kampung Topi terlihat cukup ramai. Para pekerja fokus mengoperasikan mesin jahit dan menyelesaikan pesanan dari berbagai daerah.
Fuad mengatakan seluruh pesanan yang masuk saat ini berasal dari luar daerah, sementara pesanan dari wilayah Sidoarjo sendiri masih belum signifikan.
Pesanan datang dari berbagai sekolah di Indonesia, di antaranya Belitung, Bontang, Tanjung Pinang, Balikpapan, Ambon, dan Maluku.
Menurut Fuad, pemasaran produk saat ini memanfaatkan platform e-commerce seperti Shopee dan TikTok Shop.
Strategi digital tersebut membantu memperluas pasar hingga ke luar Pulau Jawa. Omzet usaha bisa mencapai puluhan juta rupiah per bulan, terutama saat tahun ajaran baru.
“Alhamdulillah, pesanan kami sekarang lebih banyak dari luar daerah. Harapannya ke depan sekolah di Sidoarjo juga membeli produk kami lebih banyak,” kata Fuad.
Subandi Dorong UMKM Pasar Lokal, Kampung Topi Tembus Luar Daerah
Subandi mengapresiasi ketekunan Fuad dalam mengembangkan usaha hingga mampu menembus pasar luar daerah dan menyerap tenaga kerja lokal.
“Ini patut kita apresiasi. Produk dari Sidoarjo bisa diterima di daerah lain. Artinya, nama Sidoarjo ikut dikenal melalui hasil karya UMKM seperti ini,” kata Subandi.
Namun, Subandi juga menyoroti masih rendahnya serapan produk UMKM oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Sidoarjo.
“Warga Sidoarjo mestinya beli di Sidoarjo, kok malah pemesanan dari luar, seperti SMA Negeri Balikpapan,” ujarnya.
Menurutnya, sekolah-sekolah di Sidoarjo perlu mengutamakan membeli produk lokal agar perputaran ekonomi tetap berada di daerah.
Karena itu, Subandi berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo bersama para kepala sekolah.
“Kita akan panggil Dinas Pendidikan, akan dirapatkan, dan kami juga berharap kepala sekolah hadir saat rapat nanti. Kita harus memperkuat UMKM lokal,” tegasnya.
Subandi menyebut jumlah UMKM di Kabupaten Sidoarjo saat ini mencapai sekitar 250 ribu pelaku usaha.
Angka itu menunjukkan besarnya potensi ekonomi kerakyatan yang perlu terus pemerintah perkuat melalui berbagai program pemberdayaan.
Pemkab Siapkan Program KURDA
Subandi mengatakan pemerintah daerah juga menyediakan pinjaman modal usaha bagi UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga rendah 0,2 persen.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM bisa memperoleh pinjaman modal usaha dengan plafon Rp5 juta hingga Rp10 juta tanpa jaminan. Sementara itu, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman hingga Rp50 juta dengan tambahan jaminan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ini bentuk dukungan pemerintah daerah melalui KURDA untuk mendorong pertumbuhan UMKM,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Happy Setianingtyas Astrawati Yunus mengatakan pihaknya siap mendampingi pelaku UMKM mulai pengurusan izin usaha hingga pemasaran produk.
“Kami siap mendampingi pelaku UMKM agar memiliki legalitas usaha dan semakin berkembang di pasar, baik di luar daerah maupun di daerah sendiri,” ujarnya.
Fuad berharap pasar lokal semakin kuat sehingga sekolah-sekolah di Sidoarjo lebih banyak membeli produk Kampung Topi.
“Saya sudah coba pasarkan ke sekolah-sekolah di Sidoarjo. Sekolah pernah menolak dan pernah menerima contoh produk kami, tapi tidak ada kelanjutan,” tutup Fuad.
Red-sda-post