Sidoarjopost.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kecamatan Sidoarjo mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) di 24 desa dan kelurahan se-Kecamatan Sidoarjo dalam kegiatan kopi darat (kopdar) di KTT Cafe, Minggu (28/6/2026). Kegiatan itu menjadi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat mesin partai hingga tingkat desa.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PSI Kabupaten Sidoarjo, Firmansyah Maulana, meminta seluruh kader tidak hanya mengenalkan PSI melalui atribut partai saja, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat melalui kehadiran dan kerja nyata.
“Apa yang kita lakukan hari ini mencerminkan partai. Kita tidak cukup hanya memperkenalkan atribut sebagai kader PSI. Karena itu, kita harus menyeimbangkannya dengan tindakan nyata agar masyarakat mengenal kita,” kata Firmansyah.
Ia mengatakan kehadiran kader dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan, menjalin komunikasi dengan warga, hingga membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, masyarakat akan menilai PSI dari manfaat yang diberikan kader, bukan dari atribut partai.
“Ketika ada persoalan di masyarakat, bantulah mencarikan solusi. Jangan pernah menjadikan partai sebagai tameng untuk mengintimidasi masyarakat,” ujarnya.
Politik dan Kehidupan Masyarakat Tidak Dapat Dipisahkan
Firmansyah menilai politik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kenaikan harga BBM, harga sembako, hingga kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, merupakan bagian dari proses politik.
Karena itu, dia mengajak seluruh kader mengedukasi masyarakat agar semakin memahami pentingnya politik. Menurut dia, kader bergabung di PSI bukan sekadar untuk berpolitik, tetapi juga mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Firmansyah menegaskan hampir seluruh kebijakan yang memengaruhi kehidupan masyarakat lahir dari proses politik. Karena itu, dia mengajak kader berani turun tangan mengawal kepentingan masyarakat dan menjadikan perjuangan di partai sebagai bentuk investasi sosial bagi generasi mendatang.
“Kami mengawal kepentingan masyarakat. Jika ada kebijakan pemerintah yang belum baik, kita harus mengkritiknya agar menjadi lebih baik. Sebab, kebijakan yang baik akan menjadi landasan bagi kehidupan anak cucu kita di masa depan,” ungkap Firmansyah.
Menurut Firmansyah, partai tidak cukup membangun kepercayaan publik hanya menjelang pemilu. Kader harus membangun kepercayaan itu melalui pelayanan dan investasi sosial secara konsisten di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan kader agar menjaga integritas dan terus menebarkan energi positif. Menurutnya, setiap kader memiliki peluang berkembang jika mampu menjaga kepercayaan masyarakat.
“Tidak ada yang tahu perjalanan hidup seseorang. Hari ini mungkin menjadi pengurus atau kader, tetapi ke depan bisa saja menjadi anggota DPRD, bahkan menjadi bupati,” katanya.
PSI Percaya Diri Menuju Senayan dan Raih Kursi di Daerah
Sekretaris DPD PSI Kabupaten Sidoarjo, Zahni Hafiz (Yoko), menyampaikan bahwa seluruh kader perlu bersyukur sekaligus tetap optimistis menghadapi kontestasi politik mendatang.
Ia menilai PSI memiliki peluang besar meraih hasil lebih baik jika seluruh kader menjaga kekompakan.
“Hari ini kita patut mengucapkan syukur karena Partai PSI optimistis pasti menang, pasti bisa masuk Senayan,” kata Zahni sambil menirukan logat Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
“Masuk Senayan insyaallah itu pasti bisa. Tapi nilainya tidak hanya sekadar itu. Kita semua harus solid. Kalau kata Pak Jokowi, PSI pasti bisa lolos ke Senayan.”
Ia menegaskan optimisme tersebut juga harus diwujudkan di tingkat daerah.
“Itu kita replikasikan di Sidoarjo. Di Sidoarjo pasti dapat kursi,” ujarnya sambil kembali menirukan logat Jokowi.
Sementara itu, Ketua DPC PSI Kecamatan Sidoarjo, Pandji, menyelesaikan pembentukan kepengurusan DPRt di 24 desa dan kelurahan dalam waktu sekitar tiga bulan. Ia memastikan seluruh proses penjaringan hingga pembentukan pengurus berjalan tuntas.
“Alhamdulillah, selama sekitar tiga bulan kami merampungkan 24 DPRt di Kecamatan Sidoarjo hingga 100 persen. Saya juga berterima kasih kepada Ketua DPD PSI Kabupaten Sidoarjo beserta jajaran yang hadir dan memberi dukungan pada kegiatan ini,” kata Pandji.
Pandji meminta seluruh pengurus DPC maupun DPRt yang baru bekerja secara solid, terstruktur, dan mengikuti arahan partai.
Ia menegaskan integritas merupakan modal utama untuk membangun kepercayaan di tengah masyarakat, bukan sekedar mengejar popularitas.
“Saya meminta seluruh pengurus DPC dan 24 DPRt bekerja secara terstruktur, terarah, dan hadir di tengah masyarakat sesuai arahan Ketua DPD. Jangan hanya mengejar popularitas, tetapi jagalah integritas. Jika integritas dan komitmen terjaga, popularitas akan datang dengan sendirinya,” pungkasnya.
Red-sda-post