Rindu Alun-alun: Menanti Kembali Denyut Hidup di Jantung Kota

SIDOARJO, Sidoarjopost.com — Alun-Alun Sidoarjo bukan sekadar ruang terbuka hijau. Bagi siapa pun yang pernah menghabiskan sore di sana, tempat ini adalah pusat cerita: tawa anak-anak, janji pertemuan, dan momen melepas penat di tengah hiruk-pikuk kota.

Namun sejak revitalisasi dimulai, kerinduan itu tumbuh dalam diam. Suara pedagang keliling, tawa riang anak-anak di taman bermain, hingga langkah santai warga menunggu senja, kini seolah menjadi kenangan yang menunggu untuk diputar kembali.

Wakil Bupati Sidoarjo menyampaikan pesan masyarakat kepada pelaksana proyek.

Wabup Mimik mewanti-wanti PT Samudra Anugrah Indah Permai sebagai pelaksana proyek agar penyelesaian sesuai jadwal menjadi prioritas, sehingga masyarakat dapat segera menikmati keindahan dan kenyamanan Alun-alun pada saat sidak, 5 November 2025.

 

“Tinggal satu setengah bulan ya, Pak. Mohon pengerjaannya dimaksimalkan,” pesan Wabup kepada pelaksana proyek.

 

Selain mengecek progres fisik, Wabup Mimik juga memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga. Setiap detail pembangunan harus memenuhi standar keamanan, estetika, dan kenyamanan publik.

 

“Panjenengan optimis selesai tepat waktu ya, Pak?” tanya Wabup kepada pelaksana proyek.

 

Proyek revitalisasi senilai Rp24 miliar itu kini memasuki tahap akhir. Targetnya Desember 2025, diharapkan Alun-alun kembali menyambut warga dengan wajah baru saat menyambut tahun baru.

 

Beberapa fasilitas publik yang tengah dirapikan antara lain:

• Jalur pedestrian tengah diperlebar dan dirapikan agar lebih nyaman,

• Tempat duduk keluarga dibangun agar teduh dan ramah,

• Tata cahaya dipoles lebih estetis.

 

Semua upaya diarahkan agar Alun-alun baru tidak hanya cantik, tetapi juga humanis, menciptakan rasa memiliki bagi seluruh warga.

 

Benarkah Desember nanti kita bisa kembali berkumpul di jantung kota ini?

 

“Saya biasanya jualan siomay di dekat Masjid Agung. Sekarang ya nunggu. Semoga cepat selesai, biar rezeki saya kembali,” kata Slamet, pedagang kaki lima.

“Anak saya sering tanya kapan bisa ke sini lagi. Katanya kangen melihat patung kuda yang ada di dalam itu,” ujar Ayu, warga Sidoarjo Kota.

“Nongkrong malam minggu di sini itu wajib. Semoga nanti lebih keren,” tambah Rafli, seorang pelajar.

 

Semoga Desember bukan sekadar janji di kalender. Alun-alun kembali bernyawa, lebih indah, lebih nyaman, dan menjadi ruang yang menyatukan setiap langkah warga Sidoarjo.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *