PCNU Sidoarjo Gelar Mujahadah dan Apel Kader di Titik 25 Lumpur Lapindo

Sidoarjopost.com – Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk mendukung kemajuan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya Pengurus Cabang NU (PCNU) Sidoarjo.

Subandi menyampaikan hal itu saat menghadiri Apel Kader NU dalam rangka peringatan Harlah ke-100 NU di kawasan Makam KH Anas Al Ayyubi, Titik 25 Lumpur Lapindo, Porong, Minggu (15/2/2026).

Hadir Rais Syuriah PCNU Sidoarjo KH Abdussalam Mujib serta Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Ahmad Hakim Jayli yang sekaligus bertindak sebagai inspektur apel, serta unsur Forkopimda Sidoarjo.

Sebanyak 5.000 kader militan NU dari jajaran pengurus tingkat cabang, MWCNU, ranting, badan otonom (Banom), hingga lembaga-lembaga NU se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti apel tersebut.

Subandi menegaskan NU merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa. Karena itu, Subandi meminta sinergi antara pemerintah daerah dan NU terus diperkuat.

“Kita bangga punya NU di Sidoarjo. Saya sebagai pimpinan daerah akan terus memberikan dukungan, terutama membangun harmonisasi antara NU dan pemerintah,” kata Subandi.

Subandi mengungkapkan, Pemkab Sidoarjo menyiapkan dukungan anggaran bagi PCNU Sidoarjo.

Sebanyak 500 kader Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti mujahadah dan apel akbar di kawasan Titik 25 Lumpur Lapindo, Porong, Sidoarjo, dalam rangka peringatan harlah NU sekaligus refleksi 20 tahun tragedi Lumpur Lapindo, Ahad (15/2/2026).

Pada 2026, pemerintah daerah mengalokasikan hibah sekitar Rp 21 miliar. Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga mendukung penguatan lembaga pendidikan di lingkungan NU.

Subandi menegaskan pemerintah daerah membantu proses perizinan lembaga pendidikan maupun pesantren NU. Bahkan, Pemkab Sidoarjo membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dalam proses pendirian sekolah atau pesantren.

“Saya sudah memerintahkan staf ahli, Pak Khudori, untuk membentuk satgas percepatan perizinan pendidikan dan pesantren. Nanti kita lihat sekolah mana yang belum ada izinnya. Kalau ada kesulitan membayar BPHTB, kita bebaskan demi pendidikan NU,” ujar Subandi.

Ke depan, Subandi berharap kader NU di Kabupaten Sidoarjo tetap solid dan kompak. Subandi menilai NU Sidoarjo menunjukkan perkembangan signifikan dan terus menjadi kekuatan moral serta sosial di daerah.

Menurut Subandi, momentum Harlah ke-100 NU pada 2026 harus memperkuat komitmen berkhidmah kepada agama, bangsa, dan negara. Subandi menegaskan mujahadah dan apel kader bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kesetiaan menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta keutuhan NKRI.

“Mari jadikan Harlah ke-100 NU ini sebagai titik tolak memperkuat persaudaraan dan memperluas pengabdian. Dengan semangat khidmah, Insya Allah NU akan terus berkontribusi bagi kemajuan Sidoarjo, Jawa Timur, dan Indonesia,” kata Subandi.

Subandi menambahkan, kader NU harus semakin disiplin, siap, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

“Pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran NU dan masyarakat yang menjaga semangat persatuan dan pengabdian,” pungkasnya

 

red-sda-post