Sidoarjopost.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai strategi utama menarik investasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Sidoarjo, Subandi, menegaskan fokus bahwa pemkab tahun ini tidak hanya pada pembangunan fisik, tetapi juga sistem pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan mitigasi bencana.
“Kalau jalannya bagus, investor tertarik. Kalau layanan cepat, masyarakat terbantu. Itu yang kami kejar,” ujar Subandi dalam keterangan resmi, Selasa (16/12/2025).
Pemkab menggeser fokus peningkatan jalan dari aspal ke beton untuk mengatasi tantangan geografis di wilayah timur yang rawan banjir rob.
Pemkab memilih beton karena lebih tahan lama, mempermudah mobilitas logistik, dan mendukung pertumbuhan ekonomi industri.
“Kami ingin jalan-jalan di Sidoarjo bebas banjir, tahan lama, dan mendukung kegiatan ekonomi,” jelasnya.
Baca juga : Pembangunan SDN Suko Disidak Bupati Sidoarjo, Kualitas Bangunan Sesuai Standar
Selain betonisasi, Pemkab tengah menyiapkan master plan banjir yang mencakup kajian hulu-hilir, normalisasi sungai, dan pembangunan embung di Tambak Sawah seluas 12 hektare. Embung ini tidak hanya menampung air rob, tetapi juga dirancang menjadi taman wisata bagi warga.
“Kalau banjir bisa dikendalikan, permukiman dan investasi di Sidoarjo akan lebih aman,” tambah Subandi.
Pemkab juga menekankan pentingnya proses perizinan cepat dan efisien. Digitalisasi menjadi solusi utama, di mana masyarakat dan investor dapat mengurus izin melalui aplikasi tanpa tatap muka, sehingga birokrasi berbelit dapat diminimalkan.
Selain itu, Pemkab melibatkan lulusan teknik lokal sebagai konsultan internal untuk menekan biaya proyek.
“Perizinan tidak boleh bertele-tele. Dengan proses cepat, investor nyaman dan pengangguran berkurang,” tegas Subandi.
Strategi Investasi dan Dukungan UMKM Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Strategi ini mendorong target investasi Sidoarjo mencapai Rp 14 triliun tahun depan, mencakup sektor industri besar hingga UMKM.
Program Kurda menyediakan modal dengan bunga rendah 2% untuk mendukung UMKM, sementara sektor pertanian memperoleh dukungan KUR dengan bunga 6%.
Subandi menambahkan bahwa Sidoarjo mengoperasikan dua Mal Pelayanan Publik yang terintegrasi dengan berbagai dinas. Masyarakat dapat mengakses layanan publik dengan mudah, mulai dari administrasi kependudukan, pembuatan KTP, hingga pendaftaran secara digital.
“Masyarakat ingin semua urusan mudah, cepat, dan efisien. Dengan master plan yang jelas, kegiatan tahunan bisa ditangani lebih baik,” jelasnya.
Koordinasi dan Monitoring Intensif Tingkatkan Efektivitas Pembangunan
Keberhasilan pembangunan Sidoarjo juga berkat koordinasi intensif antara pemerintah, OPD, camat, dan kepala desa. Pemkab rutin mengadakan rapat monitoring bulanan untuk memastikan realisasi APBD dan program berjalan sesuai rencana
“Kami menggunakan HT untuk memantau lapangan. Ada laporan hujan atau jalan rusak, langsung koordinasi dengan PUBMSDA agar cepat ditangani,” ujar Subandi.
Flyover Gedangan dan Anggaran Strategis Perkuat Infrastruktur Sidoarjo
Selain betonisasi jalan, pembangunan flyover di Gedangan menjadi proyek besar yang menunjukkan komitmen Pemkab Sidoarjo terhadap infrastruktur strategis.
Pemerintah menyiapkan anggaran pembebasan lahan Rp 200 miliar dari total kebutuhan Rp 320 miliar, bekerja sama dengan BPN, Kejaksaan, dan Forkopimda.
Bupati Subandi menyebutkan bahwa jika pembebasan lahan rampung pada 2026, pembangunan fisik akan dimulai pada 2027. Program ini meningkatkan konektivitas ekonomi kerakyatan, memperlancar mobilitas, dan menambah daya tarik investor di Sidoarjo.
”Investasi dan pembangunan infrastruktur berjalan beriringan. Jalan yang bagus dan fasilitas lengkap menarik investor, sekaligus membuka peluang lapangan kerja lebih banyak bagi masyarakat,” tutup Subandi
Red-sda-post