Sidoarjopost.com – Menjelang Bulan Suci Ramadan, Bupati Sidoarjo H. Subandi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas politik, keamanan, dan ketertiban di Kabupaten Sidoarjo.
Ajakan itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Daerah di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (9/2/2026).
Rapat dihadiri oleh Ketua DPRD Abdillah Nasich, Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Christian Tobbing, Dandim 0816 Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, serta perwakilan organisasi keagamaan.
Subandi menekankan perbedaan dalam pelaksanaan ibadah, seperti jumlah rakaat salat tarawih, tidak perlu diperdebatkan. Saling menghormati dan menjaga toleransi menjadi kunci terciptanya suasana aman selama Ramadan.
Subandi meminta Satpol PP dan OPD terkait meningkatkan pengawasan ketertiban. Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan saat siang hari diminta disosialisasikan agar tidak mengganggu warga yang berpuasa.
“PKL tetap perlu ditoleransi, tetapi jangan sampai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa,” ujar Subandi.

Selain itu, Subandi meminta Dinas Pendidikan lebih tegas mengawasi kegiatan sekolah, termasuk outing class, yang sebaiknya hanya dilakukan di wilayah Sidoarjo atau sekitarnya.
Kepala sekolah diingatkan untuk menjadi teladan, menjalankan aturan dengan baik, dan memastikan semua kegiatan berlangsung transparan.
Subandi menegaskan bahwa kegiatan ibadah malam hari selama Ramadan harus memperhatikan kenyamanan dan saling menghargai, dengan tidak menggunakan pengeras suara hingga larut malam.
“Kegiatan ibadah malam hari tidak menggunakan pengeras suara hingga larut malam, dengan kesepakatan batas waktu agar tidak mengganggu waktu istirahat warga dan ibadah nyaman,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berencana menerbitkan Surat Edaran sebagai pedoman aktivitas selama Ramadan.
Tradisi takbiran anak-anak dengan obor tetap dipertahankan, meski pelaksanaan takbiran keliling akan disesuaikan agar lebih tertib.
“Kita ingin tradisi ini tetap hidup, tapi tetap sesuai aturan sehingga semua warga bisa merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” pungkas Subandi.
red-sda-post