Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan (7), bocah korban luka bakar 46 persen yang kini menjalani perawatan intensif di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan seluruh biaya pengobatan hingga pasien dinyatakan sembuh secara medis.
Subandi menerima laporan dari warga terkait kondisi Izzan. Ia kemudian melakukan kroscek ke RSUD R.T. Notopuro pada Senin (15/6/2026) untuk memastikan kondisi pasien sekaligus memastikan penanganan yang diberikan berjalan maksimal, mengingat Izzan berasal dari keluarga kurang mampu dan mengalami luka bakar cukup berat.
Pada Selasa (16/6/2026), Subandi mendatangi langsung RSUD R.T. Notopuro untuk menjenguk Izzan yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kebakaran yang terjadi pada 18 Juni 2025 di sebuah rumah kos di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, menyebabkan Izzan mengalami luka bakar. Peristiwa tersebut juga menewaskan ibunya, Umi Salamah, serta kakaknya, Khusnul Widianti.
Pasca kejadian, Izzan menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro selama sekitar satu bulan. Setelah itu, pihak rumah sakit mengizinkan Izzan menjalani rawat jalan atas permintaan ayahnya, Mujianto (49), sehingga ia tinggal bersama ayahnya di sebuah rumah kos di Sidokare. Namun, kondisi kesehatannya tidak menunjukkan perbaikan dan justru semakin menurun.
Dalam masa perawatan di kos tersebut, Mujianto mengaku harus menangani sendiri kondisi anaknya tanpa pendampingan medis yang intensif. Keterbatasan biaya dan kondisi ekonomi membuatnya tidak dapat melanjutkan perawatan secara optimal di fasilitas kesehatan.
“Awalnya Izzan hanya bisa dirawat inap. Setelah itu menjalani rawat jalan, dan kemudian perawatan mandiri. Saya tidak punya biaya, tidak bekerja karena harus menjaga anak saya ini. Tidak bisa ditinggal ke mana-mana. Kami hanya tinggal berdua di kos-kosan,” tutur Mujianto.
Hingga Senin (15/6/2026), kondisi Izzan kembali menurun disertai demam. Dalam keterbatasan ekonomi, Mujianto kemudian meminta bantuan hingga seorang relawan sosial, Syamsuddin, datang membantu membawa Izzan menggunakan ambulans sukarela ke Puskesmas Tanggulangin. Dari puskesmas tersebut, petugas langsung merujuk Izzan kembali ke RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
“Waktu itu saya dapat laporan dari warga kos di Sidokare, langsung saya jemput pakai ambulans relawan, kami bawa ke Puskesmas Tanggulangin, lalu dari puskesmas langsung dirujuk ke RSUD Notopuro,” kata relawan Syamsuddin saat menceritakan kronologi kepada Subandi di RSUD R.T. Notopuro.
Melihat kondisi tersebut, Bupati Subandi menyampaikan keprihatinannya dan memastikan pemerintah daerah hadir penuh dalam penanganan Izzan.
“Saya sangat prihatin. Anak ini harus mendapatkan penanganan terbaik,” kata Subandi.
Ia menjelaskan bahwa Izzan mengalami kesulitan bergerak pada lengan kiri dan kaki akibat luka bakar yang menyebabkan kekakuan. Karena itu, tim medis perlu melakukan penanganan dalam proses panjang melalui tindakan operasi secara bertahap.
Subandi meminta RSUD R.T. Notopuro memberikan penanganan maksimal hingga pasien benar-benar pulih. Ia juga memastikan Pemkab Sidoarjo menanggung seluruh biaya perawatan Izzan.
Selain menjamin biaya perawatan, Subandi juga mengatakan akan ada bantuan tunai melalui Baznas sebesar Rp600 ribu per bulan kepada ayah Izzan.
Subandi juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan memberikan pekerjaan kepada Mujianto sebagai tenaga kebersihan dengan jam kerja pagi yang fleksibel. Menurutnya, jika bekerja mulai pukul 05.00 dan selesai sekitar pukul 08.00, Mujianto tetap dapat mendampingi anaknya.
“Kalau dia tidak punya penghasilan, siapa yang akan menafkahi anaknya ke depan. Maka Pak Mujianto, ayahnya, nanti kami siapkan pekerjaan supaya tetap punya penghasilan sekaligus bisa menjaga anaknya,” ujar Subandi.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga merencanakan pemberian hunian di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) secara gratis bagi Izzan dan ayahnya agar memiliki tempat tinggal yang lebih layak selama proses perawatan maupun setelah keluar dari rumah sakit.
Subandi meminta RSUD R.T. Notopuro memberikan penanganan maksimal hingga Izzan benar-benar pulih. Ia juga memastikan Pemkab Sidoarjo menanggung seluruh biaya perawatan bocah tersebut.
Selain menjamin biaya perawatan, Subandi mengatakan Baznas akan menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp600 ribu per bulan kepada ayah Izzan.
Subandi juga menyampaikan bahwa Pemkab Sidoarjo akan mempekerjakan Mujianto sebagai tenaga kebersihan dengan jam kerja pagi yang fleksibel. Menurutnya, jika bekerja mulai pukul 05.00 dan selesai sekitar pukul 08.00, Mujianto tetap dapat mendampingi anaknya.
“Kalau dia tidak punya penghasilan, siapa yang akan menafkahi anaknya ke depan. Maka Pak Mujianto, ayahnya, nanti kami siapkan pekerjaan supaya tetap punya penghasilan sekaligus bisa menjaga anaknya,” ujar Subandi.
Selain itu, Pemkab Sidoarjo juga berencana menyediakan hunian gratis di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) bagi Izzan dan ayahnya agar keduanya memiliki tempat tinggal yang lebih layak selama menjalani proses perawatan maupun setelah keluar dari rumah sakit.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati, menjelaskan bahwa Izzan mengalami luka bakar 46 persen yang disertai komplikasi kontraktur.
Ia menyebut dr. Ariek saat ini menangani Izzan secara bertahap, mulai dari pembersihan luka hingga operasi pada bagian kaki dan tangan yang mengalami kekakuan akibat kontraktur.
“Penanganan ini membutuhkan proses panjang dan tim dokter spesialis bedah plastik terus menangani kondisi pasien,” jelasnya.