Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Festival Film Internasional EoS 2026

Sidoarjopost.com – Festival film Eropa Europe on Screen (EoS) kembali menyelenggarakan edisi terbarunya di Indonesia pada 4–14 Juni 2026. Panitia menunjuk Sidoarjo sebagai salah satu tuan rumah kegiatan tersebut. Memasuki edisi ke-26, festival ini tercatat sebagai salah satu ajang sinema internasional terlama yang terus berlangsung di Indonesia sejak 1990 dan rutin digelar sejak 2003.

Europe on Screen tahun ini menghadirkan 55 film dari 28 negara Eropa dengan beragam genre, mulai dari drama, komedi, dokumenter, hingga film keluarga serta karya debut sineas muda.

Panitia nantinya menyediakan seluruh pemutaran film tersebut secara gratis untuk masyarakat Sidoarjo dari berbagai kalangan. Festival ini digelar di Rumah Budaya Malik Ibrahim yang berlokasi di Jalan Malik Ibrahim Nomor 39, Pucanganom, Sidoarjo.

Ketua Penyelenggara Europe on Screen (EoS), Elvira Putri, menjelaskan festival tahun ini digelar di delapan kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Denpasar, Yogyakarta, Medan, Semarang, dan Sidoarjo.

Menurut Elvira Putri, penyelenggaraan EoS di berbagai daerah diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya sinema Eropa sekaligus memperkuat pertukaran budaya antarnegara di kawasan Asia.

“Festival ini tidak hanya menghadirkan tontonan, tetapi juga membuka ruang dialog budaya antara Eropa dan Indonesia melalui film,” ujar Elvira Putri, Jumat (12/6/2026).

Selain menghadirkan pemutaran film, Europe on Screen juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas film, pelajar, dan pegiat seni. Mereka membahas isu sosial, kemanusiaan, serta keberagaman melalui karya sinema.

Rumah Budaya Malik Ibrahim Jadi Ruang Apresiasi Film Internasional di Sidoarjo

Di Sidoarjo, Rumah Budaya Malik Ibrahim (RBMI) menjadi salah satu venue resmi festival. Pengelola RBMI menegaskan perannya sebagai ruang budaya berbasis komunitas yang aktif menghadirkan program seni dan literasi.

“Komitmen kami, RBMI menjadi ruang terbuka bagi masyarakat Sidoarjo untuk mengakses film berkualitas dunia sekaligus memperkuat ekosistem apresiasi film di tingkat lokal,” tuturnya.

Kehadiran EoS di ruang komunitas seperti RBMI menunjukkan akses terhadap film internasional semakin terbuka. Festival ini juga mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Masyarakat dapat mengikuti seluruh pemutaran film secara gratis. Mereka juga dapat mengakses jadwal dan program melalui kanal resmi Europe on Screen serta akun Instagram @rumahbudaya

Rumah Budaya Malik Ibrahim menayangkan dua film kurasi selama Festival Europe on Screen 2026.

  • Stormskerry Maja menjadi film pertama yang tayang. Film drama asal Finlandia berdurasi 164 menit itu hadir pada Sabtu, 13 Juni 2026 pukul 18.30 WIB.
  • Your Face Will Be the Last menjadi film kedua yang tayang. Film drama asal Portugal berdurasi 95 menit tersebut hadir pada Minggu, 14 Juni 2026 pukul 18.30 WIB.

Elvira Putri menegaskan bahwa penyelenggaraan EoS di daerah merupakan bagian dari upaya memperluas akses budaya.

“Harapan kami, Europe on Screen dapat menjadi jembatan pertukaran budaya yang inklusif. Kami juga ingin membuka akses apresiasi film internasional hingga ke daerah,” pungkasnya.

 

Penulis : RBMI