Puspawarna 4 Imagoria Digelar di Sidoarjo 11-13 Juni 2026

Sidoarjopost.com – Pameran seni rupa tahunan Puspawarna 4 Imagoria digelar pada Kamis-Sabtu, 11-13 Juni 2026 di SDK Santo Yusup Tropodo, Jalan Brantas, Tropodo, Waru, Sidoarjo. Sementara itu, panitia membuka pameran untuk umum setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB.

Kelas Merdeka menginisiasi kegiatan ini dan menampilkan puluhan karya seni rupa dari seniman muda. Tahun ini, penyelenggara mengangkat tema Imagination & Euphoria melalui konsep Imagoria.

Memasuki edisi keempat, Puspawarna memosisikan diri sebagai ruang presentasi karya sekaligus ruang pertemuan gagasan antara seniman dan publik. Tema Imagoria merujuk pada gabungan kata imagination dan euphoria.

Kurator pameran, Iklas Baktiar, menilai tema tersebut membuka ruang bagi seniman untuk mengeksplorasi gagasan tanpa batas medium maupun narasi tunggal.

“Imagoria kami hadirkan sebagai ruang imajinasi yang memungkinkan seniman membangun dunia melalui karya, lalu publik meresponsnya,” kata Iklas.

Dia menambahkan, para seniman tidak hanya menonjolkan aspek visual dalam karya yang mereka tampilkan. Mereka juga mengangkat gagasan dari pengalaman personal, memori, serta respons terhadap realitas sosial dan budaya.

Selama tiga hari pelaksanaan, pengunjung menikmati karya melalui berbagai pendekatan, termasuk instalasi dan eksplorasi visual. Pendekatan ini membuka ruang interpretasi bagi publik.

Sementara itu, Satya Oktabrian yang juga guru seni menilai Puspawarna sebagai ruang konsisten bagi seniman muda.

Dia melihat ruang ini memberi kesempatan bagi seniman untuk mempresentasikan karya sekaligus membangun interaksi dengan masyarakat.

“Pameran ini kami harapkan tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga ruang dialog yang hidup antara karya dan publik,” ujar Satya Oktabrian.

Di sisi lain, Sejumlah komunitas dan kolektif kreatif, termasuk Artche Mist dan Keliling serta komunitas seni lokal lainnya, turut mendukung penyelenggaraan pameran ini.

Puspawarna 4 diharapkan memperkuat ekosistem seni rupa muda di Sidoarjo sekaligus memperluas akses publik terhadap praktik seni kontemporer.

 

Penulis : Caroline