SIDOARJO, Sidoarjopost.com – Anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi A Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Erick Komala, mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu melalui Sekolah Rakyat.
Erick Komala menyampaikan dukungan itu saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal DPD PSI Kabupaten Sidoarjo di Ballroom Aston Hotel Sidoarjo, Rabu (29/4/2026).
Menurut dia, Sekolah Rakyat menjadi program penting karena masih banyak masyarakat prasejahtera yang belum mengakses pendidikan secara optimal.
“Harapan saya dengan Sekolah Rakyat ini bisa mencerminkan adanya keadilan sosial,” katanya.
Dia menilai Sekolah Rakyat membuka peluang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Erick menjelaskan, Sekolah Rakyat memakai konsep pendidikan berbasis asrama dengan jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Dia mengatakan konsep itu membantu siswa dari keluarga miskin ekstrem agar memperoleh pendidikan yang lebih terarah, berkualitas, dan berkelanjutan.
Erick juga menyebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan sedikitnya 12 titik Sekolah Rakyat yang mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026.
Dia berharap program itu berjalan maksimal sehingga masyarakat segera merasakan manfaat Sekolah Rakyat.
Meski berada di Komisi A DPRD Jawa Timur yang membidangi hukum dan pemerintahan, Erick mengaku terus menerima berbagai aspirasi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan.
Hal itu membuat dirinya tetap memberi perhatian terhadap isu pendidikan, meskipun bukan menjadi bidang teknis utama di komisinya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab wakil rakyat untuk mendengarkan berbagai persoalan masyarakat tanpa batasan sektor.
Erick menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Meski mendukung penuh, ia berharap pelaksanaan program Sekolah Rakyat berjalan efektif dan tepat sasaran, serta tidak berhenti pada tataran konsep.
“Program ini harus benar-benar berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan tidak hanya berhenti pada konsep saja,” tegasnya.
Erick Komala Soroti Penahanan Ijazah Lulusan
Selain membahas Sekolah Rakyat, Erick, politisi muda itu, juga menyoroti persoalan penahanan ijazah alumni yang masih terjadi di lapangan, baik di sekolah maupun di tempat bekerja.
Dia meminta Ketua DPD PSI Sidoarjo, para Ketua DPC di 18 kecamatan, hingga tingkat DPRT untuk aktif menampung laporan masyarakat apabila menemukan aduan tersebut.
Menurut dia, sekolah maupun perusahaan tidak boleh menahan ijazah karena hal itu menyangkut hak dasar warga di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan.
“Kalau sekolah atau perusahaan menahan ijazah lulusan, tolong tampung laporannya dan segera sampaikan ke saya,” tegasnya.
Erick juga menyatakan akan merespons dan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat sesuai mekanisme serta kewenangan di tingkat provinsi.
Dia juga mengajak seluruh kader PSI Sidoarjo untuk menyampaikan aduan masyarakat secara langsung melalui nomor WhatsApp yang telah dibagikan.
“Jangan ragu, langsung koordinasikan ke saya lewat nomor WhatsApp. Memang seperti itu fungsi nomor WA wakil rakyat,” tandasnya.
Red-sda-post