Sidoarjopost.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok selama Ramadan 1447 H hingga menjelang Idul Fitri di Pasar Larangan, Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (19/2/2026).
Dalam sidak tersebut, Khofifah didampingi Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Iwan, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati.
Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), terutama telur ayam dan daging ayam. Harga telur mencapai Rp30.000 per kilogram, sedangkan daging ayam Rp41.000 hingga Rp45.000 per kilogram atau melampaui HET Rp40.000.
“Kami melihat beberapa item membutuhkan percepatan suplai. Telur dan daging ayam mengalami kenaikan di atas HET,” kata Khofifah.
Dia meminta Dinas Peternakan segera berkoordinasi karena stok dinilai mencukupi. Namun, distribusi yang belum optimal membuat harga naik saat barang sampai di pasar.
Untuk beras SPHP, Khofifah menilai harganya masih terjangkau, yakni Rp60.000 per 5 kilogram atau setara Rp12.000 per kilogram. Harga pembelian di gudang Bulog sebesar Rp11.000 per kilogram sehingga terdapat selisih sekitar Rp1.000 per kilogram di tingkat penjualan.
Sementara itu, harga Minyakita terpantau Rp15.500 per liter dan mulai stabil. Cabai merah besar dijual Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit merah mencapai Rp85.000 per kilogram, di atas HET Rp40.000–57.000 per kilogram. Bawang merah berada di kisaran Rp33.000–40.000 per kilogram dengan HET Rp36.500–41.500, sedangkan bawang putih Rp32.000–34.000 per kilogram.
Khofifah menegaskan stabilisasi harga perlu dilakukan secara intensif selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri karena kebutuhan rumah tangga meningkat.
Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan, hingga 19 Februari 2026, Bulog telah menyalurkan 3,8 juta liter Minyakita di Jawa Timur. Ia memastikan stok minyak aman untuk dua hingga tiga bulan ke depan.
Untuk beras, Bulog menguasai sekitar 881 ribu ton dan memproyeksikan jumlah tersebut cukup hingga 14 bulan mendatang. Bulog juga memastikan ketersediaan beras dan minyak di Jawa Timur dalam kondisi aman, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
“Kami memastikan stok beras dan minyak aman serta distribusi berjalan lancar selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.
red-sda-post