PSI DPC Porong Gelar Dialog Romansa dan Bonus Demografi

Sidoarjopost.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Porong, Sidoarjo, menggelar dialog interaktif bertajuk “Romansa dan Bonus Demografi” di Penilih Cafe, Porong, Sabtu (14/2/2026).

Forum tersebut membahas peran usia produktif di tengah meningkatnya angka pengangguran. Kelompok usia 17 hingga 50 tahun yang mendominasi struktur penduduk dinilai belum terserap secara maksimal di dunia kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo mencatat jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2025 mencapai 1.140,15 ribu orang. Sektor industri pengolahan memimpin peningkatan penyerapan tenaga kerja dengan tambahan 45,57 ribu orang, disusul sektor pertanian sebanyak 30,39 ribu orang. Sebaliknya, sektor jasa mengalami penurunan sebesar 32,31 ribu orang.

Dari total pekerja tersebut, sekitar 710 ribu orang atau 62,27 persen bekerja di sektor formal. Namun, proporsi pekerja formal turun 2,35 persen dibanding periode sebelumnya, sehingga memunculkan tantangan dalam menjaga stabilitas lapangan kerja formal di Kabupaten Sidoarjo.

Ketua DPD PSI Sidoarjo, Firmansyah, memaparkan langkah konkret yang perlu dilakukan politisi muda agar dalam lima tahun ke depan mampu melahirkan kebijakan pro-rakyat.

Dia menegaskan generasi muda harus mengambil peran strategis dalam perumusan kebijakan serta mampu menciptakan peluang lapangan kerja baru melalui inovasi dan kewirausahaan.

“Suara pemuda jangan hanya berhenti di tongkrongan warung kopi. Harus diperjuangkan sampai ke parlemen agar menjadi kebijakan yang berpihak kepada rakyat,” ujar Firman.

Dia menambahkan, literasi politik menjadi kunci agar pemuda, khususnya di Porong, mampu memahami dan mengawal kebijakan publik secara nyata.

Selain membahas isu politik, forum tersebut juga mengulas strategi pemberdayaan ekonomi kreatif.

Para peserta didorong untuk memanfaatkan peluang di platform digital dengan memperkuat personal branding, menghasilkan karya kreatif dan inovatif, serta aktif mempromosikan UMKM lokal agar memiliki daya saing yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Sebagai anak muda, kita harus mampu memanfaatkan setiap peluang agar bisa menghasilkan, mandiri secara ekonomi, dan turut mengangkat potensi UMKM lokal,” ujar Firman.

Firman menekankan literasi digital dapat membantu Gen Z dan Gen Alpha menjadi mandiri secara ekonomi, sekaligus tetap aktif menyuarakan aspirasi publik.

PSI DPC Porong berencana menggelar kegiatan serupa setiap bulan guna mencegah sikap apatis terhadap politik. Forum ini juga membuka ruang komunikasi agar gagasan generasi muda dapat tersampaikan hingga ke tingkat legislatif.

Sekitar 100 peserta menghadiri kegiatan tersebut, terdiri dari pengurus DPRT, DPC, kader PSI Porong, simpatisan, serta pemerhati budaya

Salah satu pemerhati budaya, Yono, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan politik sejak usia muda.

“Politik adalah alat perjuangan. Kalau tidak kita isi dengan gagasan dan ide kreatif, lalu siapa yang akan menentukan masa depan kita?” ujar Yono.

Sementara itu, Ketua PSI DPC Porong, Bagus, menegaskan pihaknya memposisikan DPC Porong sebagai ruang kreativitas dan edukasi.

Dia menilai generasi muda yang kritis perlu terus didorong ke arah yang positif agar mampu berkontribusi secara konstruktif dalam pembangunan.

“Kegiatan ini murni untuk menumbuhkan generasi yang lebih peduli, kritis, dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya.

 

red-sda-post