Tanggulangin Fair 2026 Dorong UMKM dan Industri Kreatif Sidoarjo

Sidoarjopost.com – Tanggulangin Fair 2026 menjadi salah satu langkah Pemkab Sidoarjo untuk menggerakkan ekonomi lokal pada momentum Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167.

Pameran ini kembali memperkuat industri kreatif di Tanggulangin Fair 2026 dengan mempromosikan kerajinan kulit lokal sekaligus mempertemukan perajin dengan teknologi industri modern. Pameran digelar di Pasar Wisata Tanggulangin pada Kamis (6/2/2026).

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, secara simbolis membuka Pameran Tanggulangin Fair 2026 didampingi Ketua TP PKK dr. Sriatun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Bahrul Amig, Ketua DPRD Abdillah Nasih, Sekda Feny Apridawati, Camat Tanggulangin, serta perwakilan perusahaan asal China, PT Honsheng International Trading.

 

Suasana Bupati Sidoarjo H. Subandi secara simbolis membuka Tanggulangin Fair 2026 dengan menekan tombol digital bersama Sekda Feny Apridawati, Ketua TP PKK dr. Sriatun, dan Ketua DPRD H. Abdillah Nasich, Kamis (6/2/2026).

Bupati Subandi mendorong peran strategis Tanggulangin sebagai sentra industri kulit dalam menggerakkan perekonomian daerah, terutama sektor UMKM.

“Melalui pameran ini, perajin mendapat ruang promosi sekaligus edukasi agar bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pasar dan tuntutan produksi yang semakin kompetitif,” ujar Subandi.

Pemkab Sidoarjo mendukung pengembangan Industri Kecil Menengah (IKM) dan industri kreatif melalui fasilitasi promosi produk, pelatihan dan peningkatan kapasitas SDM, pembiayaan, serta pengembangan kawasan wisata belanja.

“Kami ingin Tanggulangin tidak hanya dikenal sebagai sentra kerajinan, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata belanja modern dan berdaya saing tinggi,” tambah Subandi.

 

Bupati Sidoarjo H. Subandi mengunjungi stan UMKM saat Tanggulangin Fair 2026 untuk melihat produk kerajinan lokal dan mendukung pengembangan industri kreatif.

Pameran berlangsung 5–8 Februari 2026 dengan 55 stan peserta. Sebanyak 30 stan menampilkan produk kerajinan kulit dan aksesoris, seperti tas, sepatu, jaket, dan dompet, sementara 25 stan menyajikan kuliner tradisional hingga modern.

Peserta dari China memperkenalkan mesin jahit komputer dan otomatis. Teknologi ini membantu perajin memproduksi dengan lebih efisien dan presisi, tanpa menghilangkan nilai seni khas Tanggulangin.

Pameran ini tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan kolaborasi antara tradisi dan teknologi.

Langkah ini memungkinkan perajin lokal meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan naik kelas untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini juga membuka peluang kemitraan bisnis baru, baik dengan pembeli ritel maupun buyer berskala besar, termasuk peluang ekspor produk unggulan daerah, sehingga memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

red-sda-pos