Sidoarjopost.com – Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia, H. Syaifullah Yusuf, mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo segera mendirikan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga rentan dan kurang mampu.
Dorongan itu disampaikan dalam acara Sosialisasi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama Pemerintah Daerah, para Camat dari 18 kecamatan, Kepala Desa se-Sidoarjo, dan pilar-pilar sosial, yang digelar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo, pada Jumat (6/2/2026).
Menteri Sosial yang akrab disapa Gus Ipul, mantan Wali Kota Pasuruan itu, menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, gedung permanen Sekolah Rakyat menampung hingga 1.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pemerintah pusat telah memulai pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Sekolah Rakyat permanen siap dibangun di 32 provinsi, 102 kabupaten/kota, pada 104 titik.

Selain pembangunan permanen, pada tahun 2026 juga digelar Sekolah Rakyat rintisan, agar program dapat segera berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat
Sekolah Rakyat bukan hanya sarana pendidikan, tetapi juga instrumen strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Program ini diharapkan hadir di setiap kabupaten dan kota agar anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan yang layak.
“Harapannya, Sidoarjo sudah bisa ikut mendirikan Sekolah Rakyat perintis sebagai bagian dari upaya perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan,” ujar Syaifullah Yusuf.

Calon peserta Sekolah Rakyat melalui penjaringan berdasarkan DTSEN, khususnya dari desil 1 dan desil 2. Tidak ada proses pendaftaran, tes akademik, atau titipan. Proses penerimaan meliputi:
• Penjangkauan dan verifikasi data dilapangan oleh Pemdes, Pendamping PKH, BPS, dan Pemda.
• Persetujuan orang tua atau wali calon siswa.
• Penetapan resmi oleh kepala daerah (Bupati/Wali Kota atau Gubernur).
“Tidak ada tes akademik dan tidak ada titipan, semua data berdasarkan DTSEN,” tegas Gus Ipul.

Siswa Sekolah Rakyat mendapatkan fasilitas yang diberikan oleh Negara melalui Menteri Sosial, antara lain:
• Asrama layak: bersih, nyaman, dan aman.
• Pemeriksaan kesehatan lengkap: meliputi berat badan, mata, gigi, dan jantung.
• Talent Mapping berbasis AI: untuk mengetahui minat dan bakat siswa.
• Kompetensi dasar akademik: Bahasa, Matematika, dan literasi digital.
• Penguatan kedisiplinan dan pembentukan kebiasaan hidup sehat.
• Seragam lengkap: jas almamater, seragam harian, PDL, Pramuka, batik, olahraga, laboratorium, dan piyama (8 set).
• Makanan bergizi: 3 kali sehari dan snack 2 kali sehari, lengkap empat sehat lima sempurna.
• Perlengkapan sekolah gratis: alat tulis dan buku panduan belajar.
• Dukungan pembelajaran digital: 15.487 laptop untuk siswa dan guru, serta 598 smartboard untuk 166 Sekolah Rakyat.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo
Bupati Sidoarjo, H. Subandi, mengatakan Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektare di Desa Buncitan, Sedati untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Bulan Desember 2026, Sekolah Rakyat perintis akan dibuka dulu di Gedangan, sementara Sekolah Rakyat gedung permanen rencananya dibangun pada Tahun 2027.
“Mudah-mudahan nanti Desember 2026 sudah kita awali memulai penjaringan calon peserta Sekolah Rakyat,” Harap Subandi.
Sekolah Rakyat perintis ini nanti menjadi langkah awal agar program segera dirasakan manfaatnya dan menjadi percontohan di Jawa Timur.
“Maka tadi perintah Pak Menteri Sosial, Sekolah Rakyat perintis di sidoarjo harus segera diwujudkan,” ujar Subandi.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
red-sda-post